Sesuatu pengetahuan itu bagaikan gulungan benang kusut. Dari jauh terlihat hanya seperti bulatan. Pas, kita dekatin, ternyata berupa benang centang perentang yang mengerikan. Belum apa-apa kita sudah patah semangat untuk mendalami. Ribet bin kusut.
Perlu keberanian untuk masuk ke dalamnya. Keberanian itu lain dengan nekat. Keberanian itu ada keyakinan bahwa jika kita masuk ke dalamnya kita mendapatkan manfaat, dan pasti ada hasilnya. Dan, kita akan suka.
Setelah masuk, dan semakin kita fokus, dan mendalami, ternyata benang-benang kusut tersebut mampu diurai.
Dan, semakin kita tahu rincian-rincian dan detailnya.
Semakin faham "printil-printil" nya, semakin tahu kita dimana celah-celah yang orang lain belum tentu tahu, ya karena mereka tak mendalami. Di celah-celah itulah kita bisa bermain, mengatur strategi. Karena kita telah masuk kedalam kekusutan itu, yang ternyata enggak kusut.
Kita telah tahu jalan-jalannya, karena kita telah mengalami kebuntuan-kebuntuan, dan mencari jalan keluar lainnya.
Pada akhirnya kita akan melewati kekusutan itu dengan mulus, karena adanya repetisi atau pengulangan.
Setelah itu, pikiran bawah sadar kitalah yang mengambil-alih semuanya. Dengan kecepatan, "Splaaasssh!!!"


comment 0 comments
more_vertSilahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.
Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.