MASIGNASUKAv102
7273108224633006986

Anti Kemapanan

Anti Kemapanan
Add Comments
Kamis, September 02, 2021

            Pagi tadi, kami belajar di pekarangan masjid, di atas area paving blok parkiran masjid, beratapkan lembaran-lembaran plastik. Angin berkesiur kesana kemari menambah riuh rendahnya suasana belajar di ponpes. Sebelumnya kelas 2 mutawasittoh belajar di teras masjid, berdampingan dengan area belajar kelas 3 mutawasitoh yang berada di dalam masjid. Mungkin, karena suara pelajaran yang disampaikan guru-guru lewat pengeras suara terlalu keras mengganggu konsentrasi belajar kelas 3, akhirnya kelas 2 dipindah ke area parkiran masjid.

           Aku mengabsen santri-santri kelas 2 Mutawassithah.

        Ternyata, aku menemukan salah seorang santri yang sebelumnya tidak hadir 2 kali berturut-turut. Namun, kali ini, ia pun hadir.

            Lantas, aku tanya, "Kemarin dua kali tidak hadir, kemana?"

            "Eeee ...eeee...," pita suaranya seperti tersangkut duri ikan bandeng. Ngeberebet.

            "Kemana antum?" aku desak kembali, "telat?" aku memepet ia yang tak menyisakan ruang untuk membela dirinya sedikitpun.

            "Eee ...iya ...iya...," ia kembali dengan suara terpatah-patah.

            "BOLOOOS!! ... BOLOOSS!!... BOLOOSSSS!!" serentak santri-santri yang lain bereaksi. Protes. Puas melampiaskan nahi mungkar mereka.

            Kaum muslimin, tak pernah bersepakat dalam kebatilan dan kesalahan. Pasti ada saja yang "anti kemapanan"! Pantas saja agama ini selalu Allah jaga sampai hari Kiamat, melalui klan yang selalu ditolong-Nya.

www.sketsarumah.com

Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.

Bismillah,
Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.

Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.

Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.

  1. Afwan sekedar masukan

    Mungkin paragraf kedua itu lebih enak dibaca kalau kalimatnya diganti berikut:

    Pagi tadi, aku mengabsen santri-santri kelas 2 Mutawassithah.

    Ternyata, aku menemukan salah seorang santri yang sebelumnya tidak hadir 2 kali berturut-turut. Namun, kali ini, ia pun hadir.


    Wallahu a'lam

    Barakallahu fi juhudikum

    BalasHapus