Tulis Ulang
Mengapa kita harus menulis ulang apa yang telah kita tulis ?
Ada yang menjawab, "bikin cape aja ...kurang kerjaan" atau ada kata-kata, "aku sudah puas kok dengan hasil tulisanku."
Terkadang ketika ditanya, "mengapa tulisanmu mutar-mutar, jadi apa tesis dalam tulisanmu itu ?"
Dia sesumbar, "pokoknya maksud saya begitu deh !"
Ada juga yang berputus asa, "yah...aku gak bisa lebih dari itu ..."
Nah, orang yang seperti itu sukar untuk bisa belajar. Dia merasa puas dan terkagum-kagum pada hasil kerjanya dan berhenti sampai di situ. Dia juga mempunyai sikap yang mau menang sendiri. Dan sikap yang betul-betul fatal adalah sikap cepat putus asa.
Kita harus selalu ingat bahwa, bagaimanapun bagusnya suatu tulisan, selalu masih dapat diperbaiki sehingga bisa menjadi lebih bagus lagi.
Dan, bagaimanapun buruknya tulisan, selalu masih dapat diperbaiki sehingga yang namanya putus asa itu tidak ada.
Baca kembali tulisan sekali lagi, cermati apakah ada isinya cukup menarik bagi orang lain. Mintalah orang lain untuk membaca tulisan kita. Ini bukan hal yang memalukan.
Adakalanya benar kata orang, "tidak akan masuk ilmu pada orang yang malu dan sombong"
Minta pendapat orang lain yang membacanya, apakah bahasanya wajar, tidak aneh-aneh atau bisa menimbulkan salah tafsir. Dan, apakah ada hal-hal yang perlu ditambahkan untuk membuat lebih gamblang, memperhalus atau mempertajam apa yang akan diungkapkan.
Setelah itu, tulis kembali, jika perlu lakukan dua, tiga kali atau bahkan lebih.
Dengan peralatan teknologi sekarang yang canggih akan lebih memudahkan kita untuk menulis ulang. Copy paste, baca sambil edit. Ulangi. Ulangi. Selesai.
Mudah khan ?

comment 0 comments
more_vertSilahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.
Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.