MASIGNASUKAv102
7273108224633006986

#43 Artikel : Sengatan di akhir

#43 Artikel : Sengatan di akhir
Add Comments
Sabtu, Juli 22, 2017


Sengatan di akhir

Jika kita bahas akhir suatu Artikel, tentu kita teringat pada bahasan tentang Kesimpulan suatu tulisan. Akan tetapi, penting dicermati bahwa suatu Artikel tidak butuh sebuah kesimpulan di akhirnya. Kalau mau menulis kesimpulan boleh, tidak juga boleh. Lho, kok gitu ?

Iya, tidak ada kesimpulan tidak apa-apa tetapi "ungkapan yang paling menyengat" dan "paling tajam" hendaknya ada di akhir tulisan. Kalau Lead hendaknya dibuat semenarik mungkin dan mengejutkan maka akhirnya pun sejalan dengan itu tetapi lebih tajam. Dan akhir ini tidak perlu berbentuk kesimpulan seperti layaknya di Eksposisi.

Seorang penulis biasanya atau boleh membuat tersirat maksud dalam paragraf-paragrafnya, kemudian baru di akhir dia menjelaskan secara tersurat dan terang-terangan apa maunya dia. Dengan cara begitu, pembaca telah dipersiapkan pikirannya dari awal dengan wacana-wacana tesis dalam pafagraf-paragraf. Dan akhirnya pembaca siap menerima 'sengatan' di akhir tulisan.

Model tulisan yang saya buat "Sesatnya Selembar Kertas Nilai", dimulai dengan peristiwa penerimaan raport, sampai akhir kisah diterimanya Wakidi sebagai instruktur program komputer yang menekankan bahwa jika kita jujur tentang ketrampilan dan tidak bergantung pada ijazah atau sertifikat, maka akan mudah semuanya. Bisa saja akhir itu kesimpulan, karena isinya sejalan dengan tesis tulisan, dan kita rasakan memang akhir itulah Tesisnya.

Lalu manakah ungkapan yang paling menyengat dalam akhir Artikel tersebut ? Coba cari !

Yups, ada dalam kalimat, "Memang ada juga orang diterima di suatu perusahaan tanpa punya keahlian, tapi boleh ditanya pasti "lewat belakang"."
Itulah 'sengatan' bagi orang yang tidak jujur, penipu, pendusta dan pembohong.

Ada hal lain yang mengharuskan akhir tulisan terasa 'menyengat'. Ada orang yang terbiasa membaca suatu Artikel yang enak dibaca dengan cara membaca Lead nya dulu, kalau memuaskan dia akan baca akhirnya. Kalau diakhir dia merasa 'tersengat' barulah dia membaca seluruh Artikel tersebut.

www.sketsarumah.com

Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.

Bismillah,
Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.

Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.

Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.