Sudut Pandang dan Tesis
Sebuah artikel pastilah mengenai sesuatu, orang, benda, peristiwa atau hal-hal lainnya. Misalnya kita mau menulis tentang Arsitektur, akan tetapi Arsitektur itu khan luas sekali, bisa-bisa sampai berjilid-jilid buku jika ditulis.
Maka kita persempit lagi, misal tentang Arsitektur Rumah. Inipun, masih terlalu luas, tentang Arsitektur Rumah itu bisa dari sisi gaya arsitektur, bisa juga dari sisi bahan bangunan, organisasi ruang-ruang dalam rumah, bisa pula dari sisi komposisi massa bentuk, dan sebagainya.
Semua ini mengindikasikan, bahwa mengenai 'sesuatu' itu tidak perlu sesuatu yang besar dan luas, cukup hanya 'satu sudut kecil' dari suatu segi 'sesuatu' itu.
Ambillah contoh artikel eksposisi pada contoh dengan judul "Rumah Minimalis, Tren Arsitektur rumah Anda". Judul ini jelas membahas satu sudut kecil, yaitu masalah "rumah" dari segi yang lebih luas lagi yaitu "tren (gaya) arsitektur" dalam hal ini "gaya minimalis", yang merupakan bagian dari yang lebih luas lagi yaitu "dunia arsitektur" secara umum.
Judul itu juga menunjukkan pendapat penulisnya, yang ketika kita baca isi artikelnya, bahwa ternyata "tren arsitektur rumah tidak harus minimalis".
Judul seakan-akan bertentangan dengan isi artikel, ini sengaja dibuat oleh penulis agar tertangkap oleh search engine Google dalam pencarian keyword "rumah minimalis". Disamping itu juga akan memancing rasa penasaran pembaca, "Apa sih sebenarnya rumah minimalis itu ...?"
Dan setelah kita baca semua artikel tersebut, semua tulisan dilihat dari "sudut pandang arsitek" yang menyatakan "karakter/gaya arsitektur rumah tidak harus minimalis". Itulah "sudut pandang" tersebut.
Sudut pandang ini biasanya berisi rumusan mengenai aspek-aspek apa saja yang akan dimasukkan dalam artikel dan aspek-aspek apa saja yang tidak boleh dimasukkan dalam artikel.
Juga, apa alasan atau dasar pemikiran yang mendorong kepada pemilihan aspek-aspek tersebut.
Sehingga kita tahu bahwa sebuah artikel itu ditulis berdasarkan sudut pandang tertentu. Jika menggunakan sudut pandang lain akan menghasilkan tulisan yang sangat berbeda, meskipun dengan tema yang sama.
Misal artikel tentang "Rumah Minimalis, Tren Arsitektur Rumah Anda" jika ditulis dengan sudut pandang lain, misalnya sudut pandang Klien atau Pemilik rumah tentu akan menghasilkan tulisan yang lain sama sekali.
Mungkin kalau dari sudut pandang pemilik rumah 'malah' mereka ingin rumah yang minimalis semua, sehingga dasar pemikiran yang disodorkan penulis yang mempunyai keberpihakan kepada arsitek tidak tercapai.
Kalau kita kembali kepada bahasan Eksposisi, mengenai Tesis, akan kita temukan bahwa Tesis ini dirumuskan, atau ditentukan oleh yang namanya Sudut Pandang ini. Bahkan, Sudut Pandang ini sangat mirip dengan Tesis ini.
Dan bisa saja kita samakan Sudut Pandang = Tesis.
Seperti kita sudah ketahui, dalam Eksposisi mempunyai paragraf khusus untuk paragraf Tesis yang di dalamnya ada kalimat tesis, bukan ? Ingat khan ...
Lain hal nya di dalam Artikel tidak perlu ada paragraf tesis, bahkan Tesis itu sendiri tidak perlu dirumuskan dalam sebuah Kalimat Tesis.
Akan tetapi, Tesis itu ada, dan letaknya bisa dimana saja di dalam Artikel : bisa di Lead yang "memancing" itu, bisa tersebar di paragraf-paragraf tengah, atau bahkan di akhir.
Penting difahami, bahwa materi-materi berikutnya bukan makin membuat rumit dalam menulis, akan tetapi untuk lebih memudahkam memahami materi-materi yang sudah lewat. Semoga.

comment 0 comments
more_vertSilahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.
Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.