Budak
Ia ingat-ingat
Sejak kapan jadi manusia
Hanya mampu ingat
Sejak taman kanak-kanak
Itu bukan maunya
Selalu bertanya
Mengapa ia manusia
Tiba-tiba ia diberi
Katanya, pilihan ada dua
Yang satu pedih
Satu lagi nikmat
Apakah memilih pedih?
Tak mungkin
Hanya satu pilihan
Nikmat
Tersadar kedua kalinya
Ia hanya seorang budak
Tak punya hasrat
Terpaksa
(ibman)


comment 0 comments
more_vertSilahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.
Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.