MASIGNASUKAv102
7273108224633006986

Tujuan menulis bertingkat-tingkat

Tujuan menulis bertingkat-tingkat
Add Comments
Minggu, Oktober 24, 2021

          Tujuan menulis itu bertingkat-tingkat.

          Tingkatan pertama, menulis, kita selalu bisa analogikan belajar naik sepeda. Karena semua ahli menulis bilang,  menulis bukan bakat tapi keterampilan. Dan, itu didapat dengan repetisi (pengulangan). Tidak bisa tidak.

          Orang, mengapa mau belajar naik sepeda? Karena dia tahu, jika telah bisa naik sepeda dia bisa kemana-mana, mempercepat capaian tujuan, bisa jalan-jalan refreshing, olahraga, dan sebagainya.

          Orang mau belajar naik sepeda, bukan karena ingin ahli naik sepeda, mampu mengendarai. Bukan itu.

          Begitu pula menulis, orang mau belajar menulis, bukan agar menjadi ahli menulis, tetapi agar ada yang dihasilkan dari keahlian menulis itu. Kesabaran dia berlatih menulis itu timbul karena ada sesuatu yang ia tuju. Bukan keahlian menulis itu sendiri.

          Jadi musti ada produk tulisan yang jelas terbayang. Bukan hanya angan-angan yang masih kabur. Itu semua akan mempengaruhi semangat dan kesabaran dia dalam repetisi menulis.

         Baru setelah itu, tingkatan tujuan dia akan naik tahapan pada tingkatan berikutnya. Menjadi ahlinya. Jika yang demikian, ia menulis bukan lagi bertujuan ada produk tulisan yang dihasilkan. Namun, ia telah mencintai pekerjaan menulis, mau ada produk tulisan atau tidak, ia tetap menulis.

          Banyak anak pingin menjadi bintang free style sepeda BMX. Tapi bagaimanalah dia bisa mencapainya? Jika dia tidak berlatih, jatuh bangun, lecet-lecet, bahkan berdarah-darah luka parah.

          Dia cuma berkhayal seperti temannya yang sudah jago, bahwa aku ingin seperti dia, lalu langsung bisa?

          Dia hanya lihat hasil temannya, tapi jika dia periksa anggota tubuh temannya, berapa banyak bekas luka yang ada pada kaki, tangan temannya? 

          Jika dia berkunjung  ke kamar temannya, berapa banyak pakaian temannya yang compang-camping, robek di sana sini akibat pengulangan akrobatik BMX yang dia lakukan?

          Keahlian naik sepeda telah menjadi tujuan, karena itu nikmat baginya. Demikian pula menulis, jika telah sampai tahap ini, keahlian menulis telah menjadi tujuan, karena menulis itu asyik dan nikmat baginya.

 blog.sketsarumah.com 
Seputar #hobi, #gagasan, #ide, #opini, #motivasi dan #gayahidup #keseharian di studio www.sketsarumah.com.
Kunjungi yuk!
Sederhana itu lebih - Less is more -
Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdayaguna.

Yuk! menulis di sketsarumah.com. Seputar sejarah Islam, biografi Salafush Shalih, cara menulis deskripsi, eksposisi, artikel, essay, feature, cerita nyata, cerpen nonfiksi dan novel nonfiksi di studio sketsarumah.com 

Simpan yuk!
WhatsApp: wa.me/6285100138746 dengan nama: www.sketsarumah.com
www.sketsarumah.com

Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.

Bismillah,
Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.

Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.

Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.