MASIGNASUKAv102
7273108224633006986

#20 Analisa Eksposisi "Rumah Minimalis, Tren Arsitektur Rumah Anda"

#20 Analisa Eksposisi "Rumah Minimalis, Tren Arsitektur Rumah Anda"
Add Comments
Sabtu, Juli 22, 2017


Judul sebenarnya adalah "Karakter desain rumah tidak harus minimalis" tapi karena Artikel Eksposisi diposting di blog dalam rangka menaikkan jumlah pengunjung maka diberi judul "Rumah Minimalis, Tren Arsitektur Rumah Anda"
Keyword "rumah minimalis" dan "arsitektur rumah" adalah yang banyak diketik dalam pencarian di search engine Google.
Judul postingan sangat mempengaruhi hal tersebut.

Sejatinya judul, harus sesuai atau dapat diungkap pada tesis tulisan.

Lalu, apa tesis tulisan di atas ?

Tesis eksposisi di atas adalah tercantum dalam suatu kalimat pada paragraf pertama tulisan, yaitu :
"Rumah akan lebih cantik dan indah bila tampil apa adanya, sesuai dengan karakter penghuninya".

Sedangkan tesis lainnya adalah : "Desain rumah tidak harus minimalis" tersebar dalam paragraf-paragraf yang lainnya baik secara tersirat maupun tersurat berupa penggalan-penggalan kalimat.

Kelas-kelas

Tesis itu adalah inti dari keseluruhan eksposisi itu. Maksudnya, seluruh wacana eksposisi itu harus sejalan dan mendukung tesis. 'Mendukung' arti kata lainnya adalah "membuktikan kebenaran tesis".
Sehingga dapat kita uraikan di sini adalah, sebuah eksposisi terdiri dari "sebuah tesis, yang diikuti uraian yang membuktikan bahwa tesis itu benar".

Maka, jika kita kembali ke contoh di atas, mengenai
"Rumah akan lebih cantik dan indah bila tampil apa adanya, sesuai dengan karakter penghuninya", dan " Desain rumah tidak harus minimalis" maka, seluruh tulisan haruslah 'mendukung' dan 'membuktikan' tesis tersebut benar.

Misalnya, (1) akan ada paragraf yang yang menerangkan bahwa rumah indah dan cantik jika tampil apa adanya, tidak neko-neko, memenuhi kebutuhan fungsi sesuai kegiatan penghuninya, aman, nyaman, dan sudah indah dengan sendirinya tanpa ada ornamen-ornamen, kemudian (2) akan ada pula paragraf yang menjelaskan bahwa rumah itu merupakan wujud yang sesuai dengan karakter penghuninya, dan (3) ada pula paragraf yang mengungkapkan mengapa harus desain minimalis, apa itu sebenarnya yang dimaksud dengan rumah minimalis dan kelemahan-kelemahan yang hanya ikut-ikutan ingin rumah minimalis.

Uraian-uraian yang mendukung dan membuktikan kebenaran tesis inilah yang disebut Kelas-kelas. Dan setiap kelas berisi pembuktian dan argumen untuk mendukung tesis. Sehingga dalam eksposisi terkadang ada tiga kelas, empat kelas, lima kelas dan seterusnya yang semua bisa tersebar dalam beberapa paragraf sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Sesudah kelas-kelas, sebelum kita mengakhiri  eksposisi, haruslah kita simpulkan kembali apa-apa yang kita katakan dalam tesis atau dengan kata lain seolah-olah kita berkata, "Nah, benar khan apa yang saya katakan di dalam tesis tadi ?". Dan, itulah yang dinamakan Kesimpulan.
Dan setelah kita tulis kesimpulannya, selesailah eksposisi kita.

Ada hal yang penting dalam membuat kesimpulan, dimana perlu kita perhatikan, bahwa kesimpulan harus sejalan, dan bahkan memperkuat tesis. Sehingga ada juga yang berkata bahwa, "sebenarnya kesimpulan itu adalah tesis dengan perkataan lain"
Dalam contoh eksposisi di atas mengenai desain rumah, kesimpulan terdapat pada paragraf akhir-akhir yang berbunyi, "Rumah hendaknya tidak sekedar bagus secara komposisi bentuk tetapi semestinya nyaman ditinggali dan menjadi diri penghuninya sendiri."

Keharusan 'ekor mengait awal' mutlak perlu dalam suatu eksposisi. Tanpa itu, jika akhir tidak mengait awal atau kesimpulan tidak mendukung tesis, maka dapat kita katakan eksposisi tersebut tidak jelas arahnya.

www.sketsarumah.com

Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.

Bismillah,
Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.

Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.

Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.

  1. Gone are the old-fashioned one-armed bandits that may supply rows of cherries, oranges, and plums. In their place is a dizzying array of machines that includes wizards, horse races, loud 정카지노 music, recreation show characters and different traits to lure potential customers. "Most of the studies on playing look at at|have a look at} downside playing, casino atmospheres or general personality and motivational traits," mentioned Chen, an assistant professor of Hospitality Management at OSU-Cascades. "There's simply not a lot out there about why people are attracted to fit machines.

    BalasHapus