"Kami sebagai pengurus pondok merasa, pondok ibarat seperti gerobak yang terseok-seok sedangkan penumpangnya adalah anak-anak kita, gerobak dalam keadaan darurat butuh ...."
Para orang tua santri telah mempunyai ide mengumpulkan dana untuk usaha menanam padi guna meringankan pengeluaran pondok pesantren untuk pembelanjaan beras. Tetapi, usaha ini tidak juga terwujud karena banyak terjadi kendala di lapangan. Bahkan terkadang ada beberapa ustadz pengajar yang kurang dalam mukafaah (imbalan jasa), bahkan ada yang lebih menyedihkan, ada guru yang belum menerima mukafaah. Padahal para ustadzpun, anak-anaknya ikut belajar juga di pondok pesantren, dan mereka juga membayar SPP.
"Kami para orang tua santri dengan ini sepakat menaikkan SPP anak-anak kami, dan bagi yang belum mampu akan menyampaikannya secara khusus kepada pengurus..., sedangkan kami yang berpofesi petani akan membawa beras kira-kira 10 kg sebagai tambahan SPP anak-anak kami ...", demikian telah disampaikan oleh salah satu orang tua santri sebagai wakil keseluruhan orang tua santri dalam rapat dan sambung rasa tersebut.
Para pengurus pondok pesantren terkesima detik itu juga.
Allahu Akbar! rupanya "TAK AKAN ROBOH SEKOLAH KAMI"
Allahu Akbar! rupanya "TAK AKAN ROBOH SEKOLAH KAMI"
blog.sketsarumah.com
Seputar #hobi, #gagasan, #ide, #opini, #motivasi dan #gayahidup di studio www.sketsarumah.com.
Ikuti yuk! KLIK /TAP:
Telegram: https://t.me/blogsketsarumah_com
Twitter: twitter.com/blogsketsarumah
WhatsApp: wa.me/6285100138746
Seputar #hobi, #gagasan, #ide, #opini, #motivasi dan #gayahidup di studio www.sketsarumah.com.
Ikuti yuk! KLIK /TAP:
Telegram: https://t.me/blogsketsarumah_com
Twitter: twitter.com/blogsketsarumah
WhatsApp: wa.me/6285100138746


comment 0 comments
more_vertSilahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Marilah menghidupkan kekayaan hati.
Jika ada kesalahan di dalam postingan, jangan segan-segan menasehati kami. Pintu selalu terbuka untuk itu.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.